|| Blog Pendidikan, Sharing, Game dan Lagu-lagu Buddhis ||

Minggu, 06 September 2015

LANDASAN KURIKULUM



1.      LANDASAN KURIKULUM
A.    Landasan Pengembangan 2006 MENJADI Kurikulum 2013
Ada beberapa tumpuan atau landasan terhadap adanya
pengembangan yang terus dilakukan pada kurikulum. Pengembangan tersebut dapat ditinjau dari beberapa aspek antara lain sebagai berikut:
            I.            Aspek Filosofis
Di dalam UU No. 20 Tahun 2003 di sebutkan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan local, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana terarah, dan berkesinambungan. UU Sisdiknas kita pun telah menggariskan bahwa esensi pendidikan adalah  membangun manusia Indonesia seutuhnya.
Berdasarkan filisofinya, seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan yang diharapkan antara lain berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Sementara itu, yang perlu diperhatikan juga adalah kurikulum. Kurikulum yang dimaksud harus berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa.
         II.            Aspek Yuridis
Secara konseptual, kurikulum adalah suatu respon pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi muda bangsa. Secara pedagogis, kurikulum adalah rancangan pendidikan yang memberi kesempatan untuk peserta didik mengembangkan potensi dirinya dalam suatu suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan dirinya, untuk memiliki kualitas yang diinginkan masyarakat dan bangsanya. Secara yuridis, kurikulum adalah suatu kebijakan publik yang didasarkan kepada dasar filosofis bangsa dan keputusan yuridis di bidang pendidikan.
      III.            Aspek Konseptual
Pengembangan kurikulum di sekolah dapat dipandang sebagai suatu model perencanaan kurikulum mikro. Hal ini menggunakan landasan-landasan konseptual seperti halnya yang digunakan dalam penyusunan kurikulum makro. Secara umum, konsep yang berhubungan dengan pengembangan kurikulum dapat ditelusuri dari proses pengembangannya itu sendiri. Sekaitan dengan hal ini kita berpedang pada suatu konsep, bahwa pada mulanya kurikulum merupakan ide si perancangnya tentang bentuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah (Stenhouse, 1976). Ide yang ada dalam pikiran itu dikomunikasikan dengan cara menuangkannya dlam rencana tertulis, untuk dijadikan pegangan dalam praktek pendidikan di sekolah. Itu sebabya, dalam praktik pendidikan sering kali muncul hasil yang nyata pada diri siswa, yaitu pengalaman belajar yang diperoleh, meskipun tidak tercantum dalam perencanaan secara tertulis. Hasil belajar ini disebut dengan kurikulum tersenbunyi (Taba 1962, Taba 1972). Konsep umum tentang pengembangan kurikulum ini dapat digambarkan dalam model sebagai berikut:
                   

Ide
Kurikulum                    Kurikulum tersembunyi
ideal
                  
Rencana

Implementasi
Gambar: Model rekayasa kurikulum

0 komentar:

Posting Komentar